Karnafal Hari Santri 2026 MI Miftahul Akhlaqiyah, Ada Kostum Mesir Hingga Tumpeng Snack



Semarang - MI Miftahul Akhlaqiyah Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, menggelar Karnaval Hari Santri Nasional 2026 dengan rute mengelilingi jalan raya di sekitar madrasah, Sabtu 24 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti ratusan siswa itu menampilkan beragam kostum kreatif dan gunungan snack yang diinisiasi wali murid melalui paguyuban kelas.

Karnaval dibuka oleh Ketua Yayasan Miftahul Huda Bringin, Dr. KH. Saiful Amar, Lc., M.Si., didampingi Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif'an Ulil Huda, M.Pd.

Berbagai tema ditampilkan dalam karnaval tersebut. Mulai dari kostum pejuang kemerdekaan, peradaban Mesir pada masa Nabi Musa AS, kostum berbahan barang bekas, hingga kostum berukuran besar yang menyerupai parade karnaval modern.

Selain itu, sejumlah kelas juga membawa gunungan snack yang disusun dan dihias secara kreatif. Penampilan para siswa menarik perhatian warga yang menyaksikan jalannya karnaval.

Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif'an Ulil Huda, mengatakan karnaval menjadi bagian dari peringatan Hari Santri untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, dan semangat kebersamaan peserta didik.

"Kami memberikan ruang kepada siswa untuk berkreasi dan menampilkan hasil karya terbaiknya dalam momentum Hari Santri," katanya.

Menurut Rif'an, berbagai kostum yang ditampilkan dalam karnaval merupakan hasil inisiatif wali murid. Madrasah tidak menentukan tema maupun model kostum yang harus digunakan peserta.

"Ide-ide itu justru banyak muncul dari para wali murid melalui paguyuban kelas. Mereka bergotong royong menyiapkan kostum dan atribut sehingga kegiatan berlangsung meriah," ujarnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan aktif orang tua dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi wali murid menunjukkan kuatnya kolaborasi antara keluarga dan madrasah dalam mendukung pendidikan anak.

"Kegiatan ini bukan hanya tentang karnaval, tetapi juga tentang kebersamaan. Ketika madrasah, orang tua, dan siswa dapat berkolaborasi, maka nilai-nilai pendidikan karakter akan lebih mudah tumbuh dalam diri anak-anak," tambahnya.

Kemeriahan acara juga didukung penampilan Marching Band MI Miftahul Akhlaqiyah. Tim marching band mengiringi prosesi pelepasan peserta dan kembali tampil saat menyambut rombongan yang telah menyelesaikan rute karnaval. Sejumlah instrumen berukuran besar yang digunakan membuat personel marching band tidak turut berjalan bersama peserta.