Bekali Siswa Literasi Kitab Kuning, MI Miftahul Akhlaqiyah Terapkan Mapel Pegon


Semarang, 26 Januari 2026 - MI Miftahul Akhlaqiyah secara resmi mengintegrasikan mata pelajaran Pegon ke dalam kurikulum muatan lokal wajib bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 sebagai langkah strategis menjaga tradisi keislaman Nusantara di era digital. Melalui program yang berpusat di lingkungan madrasah ini, para siswa kelas atas disiapkan untuk mampu membaca dan memaknai kitab-kitab kuning.

Langkah ini diambil untuk memastikan siswa tidak hanya mahir dalam pendidikan formal modern, tetapi juga memiliki kunci untuk membuka "gerbang" keilmuan pesantren salaf. Dengan menguasai Pegon, siswa diharapkan mampu memahami literatur klasik karya ulama terdahulu secara mendalam.

Agar proses belajar berjalan efektif, kurikulum Pegon di MI Miftahul Akhlaqiyah disusun secara berjenjang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa:

  • Kelas 4: Menjadi fase fondasi yang berfokus pada pengenalan kaidah penulisan dan huruf Arab Pegon, teknik memberi harakat (pethet), serta praktik menulis kalimat sederhana dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Arab.
  • Kelas 5: Siswa mulai mendalami kitab Ngudi Susilo untuk melatih kemampuan memaknai teks bertema akhlak.
  • Kelas 6: Menjadi fase aplikasi. Pada tahap ini, siswa mulai mempraktikkan ilmu mereka dengan mengaji dan memaknai secara langsung pada kitab Aqidatul Awwam

Untuk memperkuat hafalan dan pemahaman, madrasah rutin menggelar tradisi Lalaran setiap Sabtu setelah salat Dhuha berjamaah. Pada momen ini, siswa melantunkan bait-bait nazhom secara bersama-sama, menciptakan suasana belajar yang religius dan menyenangkan.

Pihak madrasah berharap, melalui mata pelajaran ini, lulusan MI Miftahul Akhlaqiyah memiliki karakter kuat dan bekal yang mumpuni jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pondok pesantren. Lebih dari sekadar kemampuan akademik, pembelajaran ini juga menanamkan nilai kesabaran dan ketelatenan. Di tengah dunia yang serba instan, menulis Pegon menjadi sarana bagi siswa untuk melatih fokus sekaligus mencintai warisan luhur budaya Islam Nusantara.