Perdana! MIMA Gandeng FPK UIN Walisongo, Hadirkan Mahasiswa Psikologi untuk Pendampingan Siswa


Semarang, 13 Januari 2026 – MI Miftahul Akhlaqiyah resmi memulai babak baru dalam pengembangan layanan psikologi pendidikan dengan menerima mahasiswa magang dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang pada Senin (12/1/2026). Program yang direncanakan berlangsung selama empat bulan ke depan ini merupakan implementasi perdana sekaligus menjadi Tindak Lanjut (TL) resmi dari kerja sama strategis antara pihak fakultas dengan madrasah guna meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di lingkungan sekolah.

Dalam masa magang ini, para mahasiswa psikologi telah menyiapkan serangkaian program unggulan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan siswa di MI Miftahul Akhlaqiyah. Beberapa fokus utamanya meliputi:

  • Penguatan Mental Syariat & Psikis: Memberikan bekal spiritual dan mental bagi siswa dalam menghadapi fase transisi menuju masa remaja.
  • Motivasi Belajar: Program khusus untuk siswa kelas 5 dan 6 guna meningkatkan semangat belajar serta kesiapan mental menghadapi ujian dan jenjang pendidikan selanjutnya.
  • Observasi Psikologis: Melakukan pemetaan kondisi psikis siswa untuk membantu guru dalam memahami karakter dan kebutuhan belajar anak secara lebih personal.
Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, Rif’an Ulil Huda, M.Pd. menyambut baik kehadiran para mahasiswa ini. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum kampus, melainkan upaya nyata untuk menghadirkan ahli di bidang psikologi langsung ke tengah-tengah siswa.

"Kami berharap mahasiswa bisa menerapkan ilmu psikologi yang didapat di bangku kuliah ke dalam dunia pendidikan secara maksimal. Ini adalah langkah besar bagi madrasah untuk memastikan aspek psikis siswa tertangani dengan baik, selaras dengan nilai-nilai syariat," ujarnya.

Program magang yang dimulai sejak awal semester genap ini diharapkan menjadi pionir bagi kerja sama jangka panjang antara UIN Walisongo dan MI Miftahul Akhlaqiyah. Dengan adanya mahasiswa magang, lingkungan sekolah diharapkan menjadi lebih inklusif dan responsif terhadap perkembangan mental anak didik.